Sudahkah cukup tangis itu?
Sudahkah merah darah itu?
Sudahkah Kering liang lahat di serambi mekah itu?
Sudahkah orang-orang egois itu bertanggung jawab?
Hanya duka cita. Hanya belasungkawa. Hanya Tangis derita.
Yang bisa mereka terima.
Ingatlah.
Sampai hari penghabisan.....
Tuhan tidak buta.
Tuesday, May 30, 2006
Sunday, May 28, 2006
Tangis yang tak berair mata
Terjadi lagi. Satu lagi bencana alam besar terjadi di Indonesia. Tanah Air Merah Putih yang memang sudah merah karena darah dan putih karena lapar ini kembali bersedih. Saat RUU Bencana Alam masih menjadi mainan elite politik di DPR, korban bencana Jogjakarta menangis terisak-isak. Harta, terlebih lagi nyawa yang mereka sayangi, hilang ditelan bumi. Allah SWT ternyata memilki rencana yang lebih baik di Jogja. Entah karena Allah marah atau sayang, kita tidak perlu repot-repot memikirkan. Lebih baik kita pikirkan bagaimana cara membantu korban secara nyata, bukan hanya janji-janji palsu yang diucpakan bibir munafik elite politik. Di tengah-tengah tangisan, ternyata masih banyak orang-orang yang memanfaatkan kejadian ini. Banyak perusahaan yang mengatakan menyumbang dana sebesar "anu" tanpa tahu kapan "anu" bisa dimakan oleh korban.
Gempa Jogja memang memilukan. Tanah SDM IT terbesar di Indonesia ini diguncang gempa bumi Tektonik sebesar 5,9 Skala Richter. Hanya berselang berapa menit dari gempa, kepanikan melanda warga Jogja. "TSUNAMI! TSUNAMI" teriakan-teriakan tanpa sumber inilah yang membuat mereka lebih panik. Proses evakuasi semakin lambat karena teriakan-teriakan ini. Korban tewas yang mencapai 2900-an hingga saat ini hanya bisa berharap. Berharap pemerintah yang mereka pilih, bisa memberikan kehidupan yang layak bagi saudara-saudara mereka yang masih hidup. Mereka juga meminta doa kita. Paling tidak agar mereka mendapatkan ketenangan di alam baka.
Tibalah malam yang gelap. Malam yang harus mereka jalani di tenda-tenda pengungsian. Ratusan wartawan media cetak dan elektoronik berkumpul di tenda mereka. Lebih banyak lagi elite politik yang datang. Presiden, anggota DPR, menteri, pengusaha, dan banyak orang-orang "hebat" lainnya. Mereka semua membawa janji-janji. Janji yang entah mereka bisa tepati atau tidak. Terbayang wajah korban Tsunami yang sampai saat ini terbengkalai hidupnya. Janji-janji yang mereka ingat ternyata hanya kata-kata yang ditulis juru bicara semata.
Ya Allah.........maafkanlah dosa-dosa saudara-saudara kami yang meninggal. Bukalah pintu surgaMu ya Allah. Dan berikanlah kekuatan dan ketabahan untuk menjalani hidup bagi saudara kami yang bertahan. Berikanlah mereka rizkiMu yang halal. Berikan jalan yang tepat bagi pemerintah untuk menangani mereka. Ya Allah, sesungguhnya Engkaulah pencipta kami semua. Maka pada Engkaulah kami kembali ya Allah.
Inna Lillahi Wa Inna Illahi Rojji'un, semoga arwah mereka semua diterima oleh Allah SWT dan diberikan tempat yang lapang.
Gempa Jogja memang memilukan. Tanah SDM IT terbesar di Indonesia ini diguncang gempa bumi Tektonik sebesar 5,9 Skala Richter. Hanya berselang berapa menit dari gempa, kepanikan melanda warga Jogja. "TSUNAMI! TSUNAMI" teriakan-teriakan tanpa sumber inilah yang membuat mereka lebih panik. Proses evakuasi semakin lambat karena teriakan-teriakan ini. Korban tewas yang mencapai 2900-an hingga saat ini hanya bisa berharap. Berharap pemerintah yang mereka pilih, bisa memberikan kehidupan yang layak bagi saudara-saudara mereka yang masih hidup. Mereka juga meminta doa kita. Paling tidak agar mereka mendapatkan ketenangan di alam baka.
Tibalah malam yang gelap. Malam yang harus mereka jalani di tenda-tenda pengungsian. Ratusan wartawan media cetak dan elektoronik berkumpul di tenda mereka. Lebih banyak lagi elite politik yang datang. Presiden, anggota DPR, menteri, pengusaha, dan banyak orang-orang "hebat" lainnya. Mereka semua membawa janji-janji. Janji yang entah mereka bisa tepati atau tidak. Terbayang wajah korban Tsunami yang sampai saat ini terbengkalai hidupnya. Janji-janji yang mereka ingat ternyata hanya kata-kata yang ditulis juru bicara semata.
Ya Allah.........maafkanlah dosa-dosa saudara-saudara kami yang meninggal. Bukalah pintu surgaMu ya Allah. Dan berikanlah kekuatan dan ketabahan untuk menjalani hidup bagi saudara kami yang bertahan. Berikanlah mereka rizkiMu yang halal. Berikan jalan yang tepat bagi pemerintah untuk menangani mereka. Ya Allah, sesungguhnya Engkaulah pencipta kami semua. Maka pada Engkaulah kami kembali ya Allah.
Inna Lillahi Wa Inna Illahi Rojji'un, semoga arwah mereka semua diterima oleh Allah SWT dan diberikan tempat yang lapang.
Friday, May 26, 2006
I'm Back!!!
Akhirnya.....gw bisa nulis lagi di blog ini....hiks...hiks..hiks...jadi begini ceritanya.....kan kemaren itu banyak petir...nah gw yang internetan masih pake dial-up ini, terkena dampak petir yang benar-benar dashyat, yaitu modem gw gosong. Masalahnya, gw tuh sekarang lagi bokek sebokeknya umat, jadi gak bisa online untuk beberapa ahri sampe akhirnya terkumpullah uang dari jajan gw setiap hari (ayo tebak berapa uang jajan gw???).
Sebenernya sih banyak yang pengen gw komentarin dan ceritain, tapi berhubung sekarang topik yang mau gw angkat itu udah basi, jadi gw putusin untuk sekedar ngomong2 kosong aja....
Hari minggu tanggal 21 Mei yang lalu, istri Bambang Tri Hatmodjo, Halimah dan kedua anaknya menyerbu ke rumah istri kedua Bambang, Mayangsari. Akhirnya, setelah beberapa bulan isu Mayangsari tertelan waktu tanpa ada konfirmasi sikap Halimah, terjadi juga insiden yang mengagetkan ini. Mungkin, pertanyaan yang paling banyak terpikirkan di otak orang-orang adalah "kok baru sekarang?" karena toh isu Bambang - Mayang ini sudah menjadi topik "panas" dari beberapa tahun yang lalu. Buktinya, beberapa hari ini semua infotainment menayangkan rekaman pernyataan Mayangsari 2 tahun lalu yang menyatakan akan memberikan 1 Milyar rupiah bagi penulis artikel di sebuah koran yang mengatakan Mayangsari diusir dari rumahnya oleh Halimah, istri Bambang Tri Hatmodjo. Terus terang, menurut gw sikap Halimah ini sangat manusiawi. Walau gw laki-laki, tapi gw sangat mengerti kok karena gw ini deket banget sama nyokap gw, jadi kalo gw ngebayangin nyokap gw jadi kayak Halimah gitu, mungkin gw gak cuma akan mukul bokap gw kayak Panji, tapi juga ngebakar rumah itu dengan bantuan FPI.hehehe.
Dari insiden "minggu berdarah" ini, terkuaklah suatu fakta yang mengejutkan. Ternyata, rumah yang didiami Mayangsari di kawasan Simprug Golf Jakarta, merupakan milik Halimah!!! Wow, kalo gw jadi Mayangsari, mending gw pindah deh ke kutub utara. Ya iyalah....namanya rumah bukan punya kita kok kita tinggalin. Gak punya malu kali ya. Sementara itu, Halimah beserta kedua anaknya diperiksa di kantor polisi selama 12 jam dan setelah itu dinyatakan sebagai tersangka. Untuk yang ini gw no comment deh. Gw percaya aja sama polisi kalo yang ini.
Tapi, yang paling mengejutkan mungkin, gw dapet berita dari salah satu temen gw yang namanya gak boleh disebut, kalo Panji, anak dari Bambang Tri Hatmodjo, telah ditembak oleh Bambang saat terjadi pertengkaran hebat. Berita ini gw terima rabu malam. Temen gw itu bilang, Panji baru aja ditembak sama Bambang 10 menit yang lalu. Gitu katanya. Gw yang kaget langsung bilang. "Hah? Mati gak?" dan emen gw jawab "gak tahu....entar dikasih tahu lagi kalo udah ada berita terbaru". Dan berita terakhir yang gw dapet, Panji baik-baik saja hanya mendapakan luka tembak dan dirawat di RSPP Jakarta. Walau tidak ada infotainment yang "berani" memberitakan berita penting ini, kemarin di Insert, sebuah infotainment milik Trans TV, Nia Ramadhani entah sengaja atau tidak bilang begini, "eh, kalo yang penembakan itu, aku juga baru tahu, tapi aku gak bisa ngomentarin apa-apa". See? Gw juga dapet berita dari temen gw, bahwa insiden penembakan ini cuma boleh diberitakan sebagai "pertengkaran hebat". Kenapa yah??? Tanyaken. Apa.
Sebenernya sih banyak yang pengen gw komentarin dan ceritain, tapi berhubung sekarang topik yang mau gw angkat itu udah basi, jadi gw putusin untuk sekedar ngomong2 kosong aja....
Hari minggu tanggal 21 Mei yang lalu, istri Bambang Tri Hatmodjo, Halimah dan kedua anaknya menyerbu ke rumah istri kedua Bambang, Mayangsari. Akhirnya, setelah beberapa bulan isu Mayangsari tertelan waktu tanpa ada konfirmasi sikap Halimah, terjadi juga insiden yang mengagetkan ini. Mungkin, pertanyaan yang paling banyak terpikirkan di otak orang-orang adalah "kok baru sekarang?" karena toh isu Bambang - Mayang ini sudah menjadi topik "panas" dari beberapa tahun yang lalu. Buktinya, beberapa hari ini semua infotainment menayangkan rekaman pernyataan Mayangsari 2 tahun lalu yang menyatakan akan memberikan 1 Milyar rupiah bagi penulis artikel di sebuah koran yang mengatakan Mayangsari diusir dari rumahnya oleh Halimah, istri Bambang Tri Hatmodjo. Terus terang, menurut gw sikap Halimah ini sangat manusiawi. Walau gw laki-laki, tapi gw sangat mengerti kok karena gw ini deket banget sama nyokap gw, jadi kalo gw ngebayangin nyokap gw jadi kayak Halimah gitu, mungkin gw gak cuma akan mukul bokap gw kayak Panji, tapi juga ngebakar rumah itu dengan bantuan FPI.hehehe.
Dari insiden "minggu berdarah" ini, terkuaklah suatu fakta yang mengejutkan. Ternyata, rumah yang didiami Mayangsari di kawasan Simprug Golf Jakarta, merupakan milik Halimah!!! Wow, kalo gw jadi Mayangsari, mending gw pindah deh ke kutub utara. Ya iyalah....namanya rumah bukan punya kita kok kita tinggalin. Gak punya malu kali ya. Sementara itu, Halimah beserta kedua anaknya diperiksa di kantor polisi selama 12 jam dan setelah itu dinyatakan sebagai tersangka. Untuk yang ini gw no comment deh. Gw percaya aja sama polisi kalo yang ini.
Tapi, yang paling mengejutkan mungkin, gw dapet berita dari salah satu temen gw yang namanya gak boleh disebut, kalo Panji, anak dari Bambang Tri Hatmodjo, telah ditembak oleh Bambang saat terjadi pertengkaran hebat. Berita ini gw terima rabu malam. Temen gw itu bilang, Panji baru aja ditembak sama Bambang 10 menit yang lalu. Gitu katanya. Gw yang kaget langsung bilang. "Hah? Mati gak?" dan emen gw jawab "gak tahu....entar dikasih tahu lagi kalo udah ada berita terbaru". Dan berita terakhir yang gw dapet, Panji baik-baik saja hanya mendapakan luka tembak dan dirawat di RSPP Jakarta. Walau tidak ada infotainment yang "berani" memberitakan berita penting ini, kemarin di Insert, sebuah infotainment milik Trans TV, Nia Ramadhani entah sengaja atau tidak bilang begini, "eh, kalo yang penembakan itu, aku juga baru tahu, tapi aku gak bisa ngomentarin apa-apa". See? Gw juga dapet berita dari temen gw, bahwa insiden penembakan ini cuma boleh diberitakan sebagai "pertengkaran hebat". Kenapa yah??? Tanyaken. Apa.
Sunday, May 21, 2006
Gw kurang konsisten?
Pertanyaan ini sejujurnya sudah lama mampir di benak gw selama ini. Selama gw nulis di blog ini, ada beberapa pembaca yang tiba-tiba muncul di beberapa artikel dengan topik yang disukai mereka. Ini membuat gw sedikit bingung karena setiap satu hari gw buka blog ini, pasti hit counter mencatat ada kenaikan jumlah pengunjung. Tapi anehnya lagi, kenaikan jumlah pengunjung ini tidak menciptakan kenaikan jumlah komentar di Shout Box. What's wrong with this? Waktu gw nanya ke orang-orang yang lebih pintar dari gw, yaitu beberapa blogger di komunitas blogger yang gw ikuti, mereka bilang kalo gw mungkin kurang konsisten dalam mengupdate blog gw dan kurang konsisten juga dalam memilih topik. Oke, that's it? Apa hanya itu kekurangan gw? "Alah....cuma segitu aja kok" itu pikiran gw waktu itu. Tapi anehnya, di setiap artikel mengenai bagamana cara menjadi blogger yang baik, selalu diertakan "Konsisten dalam memilih topik dan hari peng-updatean agar pembaca blog tidak lari". Sampe sekarang gw gak pernah ngerti poin ini. Sejujurnya, gw gak ngerti karena gw itu orangnya rela menunggu. Setiap blog yang gw suka tulisannya, (semua yg gw link) pasti gw cek terus setiap gw ngecek blog ini. Jujur, memang kadang-kadang gw suka cuma ngebaca aja tanpa meninggalkan komentar, tapi GW GAK PERNAH KABUR dan GW GAK PERNAH KABUR.
Maka itu, hari ini gw bertanya kepada pembaca semua, apakah gw kurang konsisten? Apa gw harus megumumkan hari update gw? Karena gw sayang banget sama lo semua, dan gw menganggap lo udah kayak "my man" bagi gw. Ok? Ok? Kalo ok, tolong jawab segera.
Maka itu, hari ini gw bertanya kepada pembaca semua, apakah gw kurang konsisten? Apa gw harus megumumkan hari update gw? Karena gw sayang banget sama lo semua, dan gw menganggap lo udah kayak "my man" bagi gw. Ok? Ok? Kalo ok, tolong jawab segera.
Subscribe to:
Posts (Atom)
