Thursday, August 17, 2006

Merdeka, atau mati!

Kata-kata diatas itulah yang paling sering dikumandangkanpejuang-pejuang kita pada masa penjajahan. Setiap harinya, para pejuang merasakan penderitaan, pengorbanan, penyiksaan, dan segala hal yang menurut kita saat ini jelas tidak
menyenangkan:(. Tapi mereka mau dan rela melakukan itu semua.
Semua demi satu kata, merdeka<):).

Merdeka memang bukan satu tujuan akhir. Sama seperti Demokrasi, Indonesia sering salah mengartikan kemerdekaan sebagai tujuan akhir dari sebuah perjuangan. Akibatnya, mereka yang salah mengartikan tadi menjadi tidak siap dan cenderung malas bahkan merindukan suasana sebelum kemerdekaan didapat/:). Tentunya, kenyataan semacam ini bisa kita hadapi di hampir seluruh Indonesia, bahkan di beberapa negara bekas jajahan asing di dunia. Rata-rata budayawan mengatakan kalau kesulitan yang dihadapi oleh banyak negara jajahan adalah mental manusianya, yang memang mental budak=)).

Tentunya gw gak setuju sama teori ini. Dan gw gak bisa ngejelasin lebih jauh karena nanti artikel ini jadi sepanjang 100 halaman kertas folio=;.

Kembali ke keadaan masa kini, jujur, apa sih yang sudah kita capai setelah 61 tahun republik ini merdeka? Apa kejayaan ekonomi? Atau keunggulan SDM (sumber daya manusia)?, atau, hanya sekedar kaya tanpa tahu darimana kekayaan dan bagaimana memanfaatkannya?

I-|

Ternyata yang terakhirlah satu-satunya yang kita dapat setelah 61 tahun kita merdeka. Teori gw yang terakhir itu bisa mengartikan ratusan kata, baik atau buruk, termasuk kekayaan alam, korupsi, dan lain sebagainya.

Tapi memang cukup wajar kalau negara ini seperti diambang kehancuran tahun2 terakhir ini. Bayangkan, lebih dari 50% kemerdekaan, yaitu 32 tahun, republik ini terjebak pada pemerintahan otokrasi yang berbasis kemiliteran. Walau tidak
langsung gw alami, karena gw baru berumur 8 tahun waktu Soeharto jatuh dari kursi kepresidenannya, tapi kekacauan saat ini sudah memudahkan gw untuk mengambil kesimpulan. Negara ini, masih butuh 10-15 tahun lagi untuk bisa merdeka. Merdeka dari penjajahan, baik dari luar maupun dalam negeri.Baik langsung, maupun tidak langsung.

Wah, kok gw jadi mo nangis gini yah? wah sialan kakak gw pake ngiris bawang disebelah gw lagi......:-<

Hmm.....ini daftar hal-hal yang perlu diperbaiki pemerintah
secepatnya, kalo mereka emang gak mau dikatain mental budak.

1. Reformasi Birokrasi
Sistem Otokrasi pada zaman Orde Baru menyebabkan pekerja pemerintahan kita sekarang ini buta, tuli, dan bisu dalam menghadapi kritik. Pemerintah harus memperbaiki ini segera dengan mencontohkan dari Istana. Presiden jangan tersinggung kalo dikatain Taufiek Savalas, wapres juga jangan tersinggung
kalo dikatain Ucup Keliek. Oh ya, juga kalo dikatain pendek=)).

2. Berantas Korupsi
Hmm....langkah ini mungkin harusnya dilakukan sebelum langkah 1 kali ya', soalnya kan tindak lanjut dari pemberantasan korupsi adalah reformasi birokrasi, supaya gak terjadi lagi korupsi pada kalangan eksekutif, legisltaif, dan express (kok jadi ngebahas kereta sih?):-.

3. Jangan kebanyakan utang
Uda deh, gak usah dibahas lebih lanjut emosi gw:-@

4. Perbaiki infrastruktur transportasi
Langkah yang ini termasuk penting karena dengan perbaikan infrasturuktur transportasi ermasuk jalan, jembatan dan lain sebagainya, bisa mengundang investor dari luar negeri. Juga bisa menyerap tenaga kerja Dep. PU juga kalo proyeknya banyak. Yang penting, langah 1 dan 2 harus dilakukan dulu

5. Beli kaca banyak-banyak
Yang ini dah ngerti kan maksudnya?:-B

6. Bikin RUU Blogging
Yah, dah mulai ngaco ini blog.....ya udahlah bos, gak usah kebanyakan teori, pastinya, MERDEKA!!! ATAU MATI!!!<:-P "http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/36.gif" alt="<:-P"/> "http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons6/36.gif" alt="<:-P"/>
------------------------------------------
Artikel juga bisa dilihat di blog gw yg satu lagi gagahput3ra.usefulz.com, karena blog itu sementara cuma jadi anaknya blog ini aja. Eh gak deng, ponakan. =))

2 comments:

MaIDeN said...

Kayak maen catur aja gah pake langkah-langkah segala. Langkah dua loncat ke langkah satu, makan pion hehehehe ...

Anonymous said...

lart mikid