Wednesday, June 7, 2006

Indonesian Idol VS AFI

MOHON MAAF, NAMUN TADI TERDAPAT KESALAHAN DALAM MANAJEMEN ALINEA, YANG MUNGKIN MENGGANGGU KENYAMANAN MEMBACA.
PROBLEM FIXED.
Oke, setelah beberapa hari, akhirnya artikel yang ditunggu-tunggu sama beberapa pembaca setia selesai juga. Inilah analisis gw siapa yang akan bertahan, Indonesian Idol atau AFI?


Pertama-tama, gw pengen menjelaskan dulu kalau gw sama sekali tidak berpihak kepada siapapun. Kalo ada Iorang RCTI atau Indonesian Idol yang baca, serius nih, gw sama sekali gak berpihak atau kerennya, "indpenden". Karena itu, gw mohon pembaca jangan sampe ada yang berkomentar yang aneh-aneh yang justru memulai perang mulut. OKe? Let's keep this blog in peace.

Foto : www.afi2006.com


Akademi Fantasi Indosiar, baru ditayangkan 3 tahun. Tapi anehnya, Akademi Fantasi Indosiar atau yang biasa disebut AFI telah menelurkan kira-kira 60 orang "akademia" yang dikontrak penuh oleh Indosiar. Sedang Indonesian Idol juga kurang lebih sama. Sama-sama 3 tahun. Tapi, Indonesian Idol justru baru memasuki season atau seri ke 3-nya, dan baru menelurkan 24 peserta yang bahkan tidak semuanya dikontrak penuh oleh manajemen Freemantle. Kok bisa?

Ternyata memang bisa. Akademi Fantasi Indosiar yang kurang lebih dimulai akhir tahun 2003, berhasil menuai booming penonton dan rating, yang menyebabkan Indosiar seperti gelap mata. Hanya berselang satu minggu dari konser Inaugurasi, Indosiar langsung memulai Akademi Fantasi Indosiar 2. Well, mungkin tidak tepat bila disebut gelap mata, tapi memang begitu kelihatannya. Saat itu, Indosiar terlihat kurang memperhitungkan faktor kebosanan yang terjadi pada diri penonton. Saat akademia AFI 1 masih menjalani tur keliling Indonesia, AFI 2 sudah dimulai dan sedikit membuat "kebingungan" pada penonton. Yah, itu dari yang gw lihat ya. Soalnya, gw dan keluarga gw aja bingung.

Kebingungan yang gw maksud adalah, bagaimanapun, penonton pasti mebanding-bandingkan antara akademia AFI 1 yang sudah selesai dilangsungkan dengan AFI 2 yang sedang dilangsungkan. Nah, menurut analisis gw, inilah yang menyebabkan "kematian dini" bagi para akademia AFI 1. Inilah yang menyebabkan akademia AFI 1 seperti ditelan bumi saat AFI 2 selesai dilangsungkan.

Terbukti, saat AFI 2 selesai dilangsungkan, sepertinya akademia AFI 1 langsung "terkalahkan" oleh "sinar baru" yang datang dari nama yang sama. Akademi "Fantasi" Indosiar.


AFI 2, yang jujur menurut gw memang kualitasnya diatas AFI 1, apalaagi Tia (I Love You Tia!!!), seperti "menginjak" jejak keterkenalan AFI 1. Mulai banyak orang-orang yang membanding-bandingkan dan menjelek-jelekkan nama AFI 1. Waktu itu gw masih SMP, dan waktu itu kayaknya akrab banget terdengar, "ah males nonton sinetron AFI 1. Masih bagusan AFI 2 sih!".


Oke, sudah bisa ditarik kesimpulan, kalau AFI 1 "mati" dengan sukses. Tapi bagaimana dengan AFI 2? Ternyata nasibnya memang paling beruntung, karena AFI 3 gagal total, dan pamor anak AFI 3 jauuuuh dibawah AFI 2. Dan gw males ngejabarinnya disini.


Oke, sekarang Indonesian Idol. Indonesian Idol dimulai kira-kira awal tahun 2004, tapi saat pertama kali ditayangkan, pamor Indonesian Idol masih jauuuh dibawah AFI. Indonesian Idol yang penayangannya di Indonesia dilakukan setelah diadakan penayangan American Idol Season ke 2, menurut gw biasa banget. MCnya jelek. Pesertanya apalagi. Juara Indonesian Idol 1 dan runner upnya, gw gak suka.


Tapi, rupanya Indonesian Idol masih beruntung. Di season ke 2-nya, Indonesian Idol berhasil mendapat penyanyi yang menurut gw revolusioner. Dialah Mike. Suaranya unik banget, mengingatkan gw sama Rubben Studard. Tapi yang sangat revolusioner, tubuhnya Mike itu gemuk (saudara sejati gw!!!), dan ini sedikit tidak biasa di Indonesia yang masih (katanya) melihat penampilan itu. Tapi rupanya pendapat ini salah, karena Mike berhasil menang. Dan menurut gw, kemenangan Mike di Indonesian Idol 2 adalah satu-satunya alasan gw menonton Indonesian Idol 3.


Tapi ternyata alasan itu bertambah. Dengan sakitnya Meutia Kasim, Indonesian Idol mendapat durian runtuh yaitu masuknya Indy Barends sebagai juri, yang justru membuat prospek rating Indonesian Idol meningkat. Kenapa? Ya karena dia itu lagi "hot" banget dengan Ceriwisnya itu. Tapi masih ada lagi yang membuat alasan gw nonton Indonesian Idol 3 bertambah! Irgi ternyata digantiin Daniel! Waaaa!!! Rasanya komplitlah sudah kemantepan Indonesian Idol 3 ini. Sementara itu, AFI 2006 terus bergulir. Sayangnya, gw sama sekali gak tertarik. Rasanya acara itu jadi norak banget, dengan ke-krempeng-an Adi Nugroho, ditambah aroma kedaerahan yang makin membuat AFI 2006 sucks. Kayaknya cuma satu yang bisa menyelamatkan AFI 2006, yaitu pengajar-pengajarnya yang kharismatik.


Tapi ternyata itu juga udah hilang!!! Ubiet pergi entah kemana, sementara Ari Tulang yang menurut gw perannya sangat bermain di Akademi Fantasi Indosiar, resign dari AFI dan pindah ke.....INDONESIAN IDOL!!! WHAT A SURPRISING DECISION!!!
Oke, sekarang tamatlah AFI 2006. Sepertinya memang kerajaan MNC (Media Nusantara Citra) dengan Global TV, RCTI, dan TPI-nya lah yang menghancurkan Indosiar. KDI telah mengambil lahan AFI biasa tampil, Teater Tanah Airku. Lalu RCTI semakin memperbaiki penampilan Indonesian Idol dengan pemasangan Indra Bhekti dan Nirina yang "menangkap" ABG kayak gw rapet-rapet di acara Idol banget RCTI (semacem Diarinya Indonesian Idol). Adi Nugroho? Ya memang dia masih bisa menangkap ABG-ABG itu, tapi....tetep aja kalah sama Bhekti dan Nirina yang dua-duanya lagi "hot-hot"nya di tv.

Yang lebih lucu lagi, sementara Indosiar sudah meniadakan acara tangis-tangisan di AFI, Indonesian Idol justru meng-EXPOSE acara tangis-tangisan itu, menambah chemistry dari Indonesian Idol.


Jadi apa kesimpulan dari analisis ini? Kesimpulannya adalah, AFI sepertinya sudah diambang petang alias akan segera terbenam. Sementara Indonesian Idol malah diambang fajar, bahkan sudah cerah memimpin persaingan antara Kontes-kontesan di tv-tv swasta. Dan prediksi gw, tahun depan AFI gak bakalan ada. Sementara Indonesian Idol....paling lama 3 tahun lagi bakal ilang dari peredaran. Kenapa? Karena ini semua hanya trend, dan kalaupun trend ini berputar kembali nantinya, tentu akan datang dalam bentuk yagn lebih baik lagi dari hanya sekedar "fantasi" dan "idol".
---------------------------------------------------------------------------------------- Maap kepanjangan artikelnya....^_^ Oh ya, gw bakal libur 3 hari, dan balik lagi on the net kira2 hari sabtu...makanya tunggu ya artikel hari sabtu yang topiknya....menariklah!

27 comments:

hiking said...

analisa yang bagus, top keep posting

gagahput3ra said...

thx...yah tahu aja yang top-top...Nama gw kan Boordin M Top. hahah bcanda lagi...ntar gw dikejer polisi lagi :D

desan said...

kangen idol pertama..

imanpot ter said...

Wah! Kayaknya, kalo masalah ini gue perlu angkat bicara. Sebelumnya, gue ngaku aja! Gue berpihak ke Idol.

Okay. Gue rasa Idol 1 cukup okay.. Dan..bagaimanapun alumni Idol 1 sukses berat.. Minimal jadi penyiar radio deh.. Lihat donk.. Joy ke singapura.. Trus Delon dahsyat di Indonesia (apapun bantahannya dia laris manis), Nania tetep berkibar tuh.. Lucky! Jangan ditanya! Winda, dst!

Kenapa AFI nggak punya taji lagi sekarang? Karena afi gak niat untuk menciptakan perbuhan yang signifikan. Adi Nugroho yang amat sangat membosankan, garing, dan gak ada serunya, tetap aja. Mbak Ii tambah norak, dan banyak hal lain yang bikin norak. Afi terlalu sibuk ama yang baru, en ngelupain yang lama. katanya AFI 06 mau dibikinin album yah, mendingan Tia dulu dibikinin. Pokoknya ada banyak hal yang bikin afi jatuh baik saat ini maupun akan datang.

Soal prediksi lowh. Gue nggak setuju. Gue rasa bagaimanapun ancurnya pamor AFI, Indosiar gak akan membiarkannya hilang. Karena itu yang bikin Indosiar besar. Sedangkan Idol, perjalanan masih panjang! Baru 3 season..

gagahput3ra said...

oke deh...man....! gw kan udah bilang, kalo ini adalah prediksi gw aja dan gw seneng banget ada orang kayak lo yang pikirannya beda, karena tentunya akan semakin meramaikan blog gw yang demokrasi!!! ^_^

BTW, sebaliknya dengan pikiran lo, gw melihat AFI justru terlalu banyak melakukan perubahan, dari yang simpel2 aja kayak lagu pembuka diari, yang sekarang norak banget. Dan rata2 tmen gw bilang kalo mereka kangen sama AFI 1 yang masih lebih bagus daripada AFI 2006 yang norak. Dan sekali lagi, ini komentar gw aja.

Oh ya, sori ya sekali lagi sori...gw benci banget sama delon soalnya...jd yah ini blog kan jurnal gw...jadi ya opini, opini gw dong....jangan marah ya...kan kta temen ^_^

gitablu said...

...saya malah ga dukung AFI maupun Idol...

maaap

thita said...

hehehehe seru,...

gw dulu sempet ikut2an nangis waktu jamannya AFI 1, trus ketagihan AFI 2.. tapi ga slese karena ternyata BOSAN. truss katanya Idol lebih oke... gw coba jajal Idol.. tnyata oke.. smape sekarang gw nonton idol. kenapa ya.. kok kalo di idol pesertanya dibuat apa adanya... kalo di afi kok harus terkesan glamour tapi maksa.. sedih gw liatnya.
Tapi keknya Gah.. penonton AFI dan Idol berbeda dehhh. Kalo Idol banyakan org2 kota yg nonton, tapi kalo AFI, org daerah masih demen...
whew... out of that... gw siyh aga ga setuju ama sistem pemenang dari sms.. abis kadang apa yg diarahkan juri, suka ga didukung masyarakat.
jadi yg bagus suka tersingkir sama yg smsnya banyak. Contoh?? maap ya maap... Veri AFI 1 ga bagus.. sms nya banyak . kemudian Delon juara 2... (padahal Nania jauh jauhhh lebih bagus..tapi kegusur duluan)
komentar gw secara independen (minjem istilah Gagah..) keknya Idol udah berhasil menaikan pesertanya ke tingkat popularitas dengan sangat baik!

gagahput3ra said...

bner banget ta, ternyata kita sependapat ^_^. Emang AFI itu kesannya kedaerahan banget, gak tahu kenapa. Mungkin karena AFI gak ada pengawasan dari pemegang hak cipta kayak Indonesian Idol yang dipeganf Freemantle. Itu juga penyebab AFI sering melakukan perubahan "hebat" yang justru menghancurkan ciri AFI.....yah gw juga sedih kok ngeliat AFI yang sekarang....T_T

lantip said...

yang aku tahu sih, keduanya franchise. dan karena franchise, maka model penanganannya juga persis seperti aslinya. jadi ya.. gak tahu ya. hihihi

buyus said...

wah....good writing nih....

.................... said...

bener, pangsa pasarnya memang beda tuh. barangkali, kita punya cara baru untuk mengenali "kualifikasi" seseorang, by asking 'em this quest: "lu demen afi apa idol?"

gagahput3ra said...

@lantip
AFI, walau franchise, tapi hak cipta sudah dimiliki Indosiar.Beda dengan Indonesian Idol yang masih dikontrol langsung ama Freemantle....^_^

uknee said...

memang afi 2006 krg menarik,kalah promosi ma idol 3..salah satu hadiah AFI'06 adl dikontrak main sinetron 6 episode, lho memangnya AFI kontes bernyayi atau acting sih???

Anonymous said...

OK. this is kinda off topic but,
I still like American Idol better.....
I mean, don't you think so?
I don't mean to be rude or anything is just that it is my opinion on the matter.

Anonymous said...

SOK TEU LU GAH.. BILANG ORG JELEK MSLHNYA LU JUGA JELEK AMIR

Anonymous said...

Untuk satu2nya orang yang nulis pake bahasa inggris:

What the bloody hell you're talking about???
I think you're the one who "kinda off topic."

Kitakan ngomonginnya soal Indonesian Idol sama AFI, kok bisa nyambungnya ke American Idol? Lagian inikan blognya orang Indo, bahasa Inggris lo mah gak laku disini. Pake bahasa indo donk, biarpun lo ud tinggal di luar negri, kan kita tetep orang Indonesia.

Kalo gw bilang, AFI mah gak ada apa2nya dibandingin sama Indonesian Idol. Gw sih cuma sempet nonton Indonesia Idol yang pertama doang, trus gw gak bisa nonton yang season berikutnta, soalnya gw lanjutin skolah ke Seattle. Kalo gw bilang AFI itu gak punya kualitas suara maupun kelas. AFI itu kan kampungan banget, banyak drama dan bad acting, pokoknya nggak banget deh. Kalo indonesian Idol mah udah kualitasnya bagus, ada kelas lagi, pokoknya keren banget.

Kalo gw bilang, si Joy itu suaranya bagus, tapi terlalu dibuat-buat, sedangkan si Delon itu dasar suaranya lebih bagus, tapi kurang dipolis. Gw pernah ketemu si Delon sekali di acara ISSAW Night (Indonesian Student Association of University of Washington Night) di Seattle, dia jadi bintang tamu di ISSAW Night. Gw bilang dia nyanyinya bagus kok.

Anonymous said...

Aduh, tadi gw lupa ngepost nama gw, soalnya gw gak punya acount di Google, jadinya harus pake anonymus deh.

Eh Gagah, kamu pinter amat baru umur 16 tahun udah bisa ngepost article di web,gw aja yang udah hampir umur 20 cuma bisa ngepost blog doang. Biarpun kita punya pendapat yang berbeda tentang Indonesian Idol dan AFI, tapi gw suka sama anak muda kayak lo. Pinter itu kan gak harus jadi seorang nerd ato geek, dan keren pun gak harus jadi seorang high school bully yang ngepunk tapi bego abizz kayak kebanyakan anak muda.

Sukses deh buat generasi muda Indonesia.

William

Anonymous said...

sebelumnya sorry nieh kalo anymous.... i just want to give my comment. intinya sieh.. bidang broadcast and entertainment adalah bidang yang sangat sulit ditebak.kita gak tahu penononton itu maunya kayak apa. kemaren2 penonton terbuai sama sistematika hiburan model afi skarang acara kya gitu malah kelihatan so...suckss!! jadi buat para pekerja tv... jangan pernah cepet berpuas hati kalo berhasil bikin suatu acara sukses..terus berfikir kreatif biar acaranya gak jadi tulalit...tulalit...hehehe (ee_ra)

Anonymous said...

gw si setuju banget klo afi ga ada apa2nya dibanding idol, meski dulu gw pernah suka sampe afi 2, dan memang ada beberapa yang berkualitas seperti tia, miki, haikal, dan rini. sayangnya acaranya dikemas terlalu cengeng n boring, ga bikin deg2an kayak idol, jam tayang kelamaan, dll. finalisnya banyak bgt yang ga layak jadi penyanyi, sebut saja lasmi, yeni, dan masih banyak lg yg mulai dari yg standar sampai biasa2 aja. Klo idol rata- rata semua memiliki kualitas vokal yang baik, sayangnya di idol 3 n 4 makin kayak afi, kontestannya makin ga bagus n ga bersahaja. sebut saja ihsan, dirly, priska, steve,brinet, mereka tuh bukan i.idol tapi ABG idol. Bukan berarti ABG ga berkualitas, klo ABG nya bersahaja seperti gea, rini, or gaby si ok2 aja, cuma kenapa ga ada lagi yg se OK judika, mike, joy, winda, luki, nania, n sisi?
Menurut gw yg pantas jadi idola baik afi maupun i.idol adalah:

AFI= cuma rini AFI dan tia AFI.

I. Idol= judika, joy , mike, nania, firman, luki, sisi, gea, rini, winda dan julian.

perbandingannya 3 berbanding 11 man... terbukti IDol jauh lebih bagus. saran gw untuk idol 2008 agar kembali menampilkan kualitas2 bintang seperti idol 1 dan 2, kalo ga, kalo idol lama2 pasarannya cuma ABG, ibu2 dan anak kecil (kayak AFI), maka nasibnya akan sama dengan AFI. OH iya dukung gw juga ya buat semua yg baca ni comment biar masuk idol 2008, coz gw selalu ikut audisi but ga pernah lolos meski suara gw bagus hehehehe. thank uuu al... byeeeee

Anonymous said...

oh iya sebelumnya nama gw irul (yg kasih komen sebelumnya lupa kasih nama) dari bogor lam kenaln ya, gw yang nge post comment sebelum ini, yg minta didukung masuk idol 2008 hehehe, salam buat semuaaaaa

cie said...

Wah.. hebat ya Indonesian Idol udah sampe season ke 4, dan support buat Mike untuk bisa menangin Asian Idol nanti. Bukan berarti Delon, Ihsan & Rini gak bagus, mereka bagus kok. Mungkin ajang Asian Idol emang mesti Mike yang ngadepin hehe..

BTW... AFI kemana ya..?? apa kabarnya anak2 AFI ??? jadi pemain sinetron semua ya... Kok gw gak pernah tau album pemenang2 AFI ???

regars,
cie

astrid said...

hmmm... ini sih bukan catatan setengah mateng, tapi mungkin seperempat mateng atau bahkan seperdelapan mateng... penyanyi kok revolusioner, maksud lo spektakuler kaleee??

chici said...

gw setuju ma pendapat lo,,,

kalo para pengikut 2 ajang itu ga bener2 penyanyi bersuara emas mereka ga akan selamet,, maksudnya kalo ga nyasar masuk ke dunia sinetron yg full of s**t, palingan y udah ga kedengeran lagi kabar beritanya,,,

Anonymous said...

Emang seh, sama2 ajang pencarian bakat. Tapi bagi yang teliti,g bs disangkal lagi, Indonesian Idol is the best.Sayangnya, polling sms yang menentukan pemenang harusnya dicabut aja,cz banyak bakat terbuang gara2 kalah polling Sms...gagah,do you agree with me?
And bwt smua aja yg baca, doain aq bisa ikut audisi I.Idol '08, key...!!!!

Anonymous said...

klo ditanya mana yg lebih bagus antara AFI ma Indonesian Idol sihh ya Indonesian Idol lahh.. ^.^ coz kita bisa ngliat dari kualitas (dan mungkin keberadaannya.. :P)

awalnya sih gw mendukung bgt ma AFI 1 n 2. tiap magrib gw pasti nonton diary AFI. kadang2 gw kirim sms ma akademi favorit gw. gw mikir klo acara ini "nurut2in" acara yg sama dgn yg ada di malaysia, yaitu Akademi Fantasia. pas gw liat Indonesian Idol Season 1, gw berpikir,"ihh ni acara kan nurut2in AFI. bete+males bgt ngliatnya..". pernah gw iseng2 liat forum AFI di Indosiar. pas ngliat, eh para penggemar Indonesian Idol ngejek2 AFI gitu.. waktu itu lg panas2nya AFI 2, ya gw balik ejek dehh..
setelah AFI 2 selesai n berganti LAGI menjadi AFI 3, gw mrasa klo ni acara lama2 bosen juga, apalagi kualitasnya tambah gimanaa gituu.. trus gw liat Indonesian Idol Season 1 ato 2 (lupaa..), langsung gw berpendapat klo acara ini bagus bgt, apalagi suara joy yg bisa bwt bulu kuduk gw rontok. :P trus gw mrasa bersalah milih AFI, rasanya acara ini nambah ga ada kualitasnya aja.. pas Season 3-nya sih menurut gw agak boring, coz keknya lebih mengutamakan tampang. pas Season 4-nya gw ga nonton dr awal sampe akhir, coz gw lg konsen2nya belajar bwt SPMB.. T.T tapi katanya lebih bagus dari Season 3..

so, gw bisa bwt kesimpulan:
AFI -> kayak Akademi Fantasia di Malaysia, bersifat kedaerahan, pesertanya diharapkan tidak hanya bisa bernyanyi (seperti berakting dan jadi MC mungkin..), peserta2 di daerah merata (1 daerah cuma boleh 1 peserta).
Indonesian Idol -> kayak Idol2 di negara lain, bersifat kekotaan,pesertanya TIDAK DIHARAPKAN untuk tidak hanya bisa bernyanyi (biarpun akhirnya mereka main di film juga.. ^.^), peserta2nya kebanyakan org jawa.

pertanyaan yg belum bisa gw jawab:
ke mana AFI?? udah diganti Mamamia?? ;P

harapan gw:
1. smoga Indonesian Idol Season 5 bisa menghasilkan kualitas suara yg lebih bagus dari mike. ^.^
2. smoga AFI ada lagi dgn acara2 yg lebih bagus. (bagus kan harapan gw? :P)

gw kurang setuju klo AFI itu lebih banyak org daerah yg nonton, coz Indonesian Idol jg banyak org daerah yg nonton. menurut gw sih daya tampung penontonnya aja lebih besar Indonesian Idol n kalian (mungkin) lebih melihat pendukung2 pesertanya..

mungkin itu aja kali ya.. yang manapun ajangnya, bagaimanapun kualitasnya, apapun opininya, yang lebih berkuasa itulah pemenangnya..

btw gw sedih napa mike ga menang Asian Idol.. T.T gw benci ma taktik polling sms.. T.T

HeRie..

Anonymous said...

gaya banget lo gendut,
tulisan lo sotoy tau ga!!
so iye lo...
lo liat ga tampang lo
kaya gimana? kaya BABI!!!
hahahaha....ga usah post blog
yang sok2 nge judge gitu deh
umur lo belom cukup
lo cuma bisa sotoy doang!!!

fatkiller.

Anonymous said...

oy....! yg di atas gw...
sape nama loe? "fartkiller"...
emang bwt ngasi opini harus cukup umur?? eee, skarang tuh sapa aja boleh bicara... mau lo blom cukup umur, mau tampang lo mirip babi juga...
lo nangkep ga sih iklan rokok (lupa merknya) di tv? yg bilang "yg tua yg dipercaya"? klo lo emang peka, lo mestinya tau klo tuh iklan nyindir pemikiran orang2 skarang yg KATRO... yg nganggap orang yg blom cukup umur itu ga pantas didengar. dan elo salah satu orang KATRO itu. tapi gua sih maklum klo lo ga nangkep tuh iklan, secara otak lo tu mikro. ato lo ga punya tv barangkali. lo harusnya ngehargain dong pndapat orang. jujur aja gw sama sekali ga knal ama si Gagah, tapi artikel dia masuk akal kok. dan gua bisa bilang itu "wah" untuk seumuran dia. jadi knapa pula harus ditentang lantaran dia masih di bawah umur.
pake bilang2 muka orang kayak babi sgla...
dari comment lo aja gua dah tau tampang lo kyk gimana... lebih parah dari BABI...!!! dasar tai lo...

OFFENSE...